Home » » Pagi Sore vs Tulang Kropos

Pagi Sore vs Tulang Kropos

Jakarta (WWT) - Keluhan penderita tulang kropos, rata-rata dirasakan oleh orang-orang lanjut usia. Salah satu penyebabnya adalah karena setelah merasa tua, maka mereka enggan untuk banyak beraktifitas d luar rumah.

Setelah membaca artikel ini, sebaiknya Bapak/Ibu yang merasa menderita Tulang Kropos, dapat memulai seara perlahan-lahan untuk beraktivitas di luar rumah pada waktu Pagi atau Sore hari.

Begini penjelasannya:

Ternyata Sinar Matahari Mengandung Vitamin D.yang berperan penting untuk memelihara kesehatan tubuh, terutama bagi tulang. 

Saat kulit diterpa sinar matahari secara langsung, maka tubuh akan memproduksi vitamin D, dengan membakar kolesterol yang ada di sel-sel kulit.

Nah kapan waktu yang tepat untu mengkonsumsi Sinar Matahari tersebut:

Untuk mengurangi risiko bahaya paparan dari sinar ultraviolet, maka sinar matahari yang direkomendasikan oleh para ahli adalah mulai dari jam 10 pagi sampai jam 3 sore, dimana waktu ini dianggap waktu yang paling tepat untuk mendapatkan manfaat dari sinar matahari.

Menurut William B. Grant, seorang peneliti dari Pusat Penelitian Kesehatan di California, menyatakan bahwa sinar UVA memiliki peran penting dalam meningkatkan risiko melanoma dibandingkan dengan UVB.

Sebelum mencobanya, silahkan Anda membaca pengalaman, atau testimoni dari Dr.  Susi Herawaty, yang kami Salin Tempel dari WAG, di bawah ini:


Cerita untuk PEREMPUAN

Kamis lalu saya general check up tahunan seperti biasa saya lakukan setelah ulang tahun. Salah satunya tes Vit D. 

Hasil tes secara umum, untuk seumur saya ini, bagus.

Tapi saya defisiensi vit D. Angka saya 9.9 dari seharusnya 30-100. Saya bawa hasil tersebut ke dokter spesialis di Bandung. 

Saya terkejut dg fakta yg dibeberkan dokter tsb. Perempuan Indonesia rata2 defisiensi vit D. Angkanya 3-6. Jadi angka saya lebih baik dari rata2 walaupun tetap defisiensi. 

Nah, defisiensi ini juga dialami perempuan Mesir, Arab, Qatar dsb. Kenapa? Karena dg matahari berlimpah, kita justru cenderung menghindarinya. Kita takut berjemur. Takut hitam kena matahari. Sementara di Eropa, karena matahari ini barang mewah, malah ditunggu2. Berjemur menjadi kebiasaan. Saat musim dingin, mereka konsumsi vit D.

Jadi, perempuan Indonesia itu ibarat tikus mati di lumbung padi. Matahari berlimpah, tapi ga mau kena matahari. Takut fleks dsb. Padahal kekurangan vit D berdampak pada keropos tulang, lupus, kanker, lemas lesu, dan penyakit2  lainnya. 

Apakah bs dibantu pakai makanan? Makanan mengandung vit D seperti salmon, susu dsb hanya bisa distimulus di tubuh kita kalau tubuh kita dipaparkan pd matahari. Kalau hanya meningkatkan konsumsinya, bahkan dengan vitamin D dosis tinggi, ga akan efektif tanpa matahari. 

Jadi saya sekarang minum Vit D 5000 itu setiap hari ditambah dengan berjemur 10 menit di bawah matahari  . 

Ayo ibu2 *JELITA (JElang LImapuluh TAhun) & LOLITA (LOlos LImapuluh TAhun)* hangatkan tubuhmu setiap pagi dgn *VITAMIN D* gratis dari Tuhan yaitu *SINAR MATAHARI PAGI* yg berlimpah di bumi Indonesia.

Jangan sampai belum usia menginjak 70th, kita sudah bertongkat sementara teman2 perempuan di Eropa masih bisa jalan2 ke mana2...

Vitamin D akan menjaga kesehatan tulang, sistem imun kita dari tidak mudah batuk pilek hingga terhindar dari penyakit autoimmune, diabetes, obesitas, kanker dan bahkan kepikunan. 

Demikian. 
Sekedar berbagi dan semoga bermanfaat.
Selamat menikmati sinar matahari 

Salam Sehat,
*Dr.  Susi Herawaty*

Ayo berjemur 😎☀

Foto : Istimewa

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Warta WA Terkini - Latest WhatsApp News

Terbaru
Anda membaca artikel terbaru
Selanjutnya
Next Post »

Warta WA Terkini

Populer