Home » » Sebuah Testimoni : Singkong vs Kanker Tuntas

Sebuah Testimoni : Singkong vs Kanker Tuntas


Jakarta  (WWT) - Artikel ini saya tulis, karena saya terinspirasi dengan cerita Elly sahabat saya, yang sembuh dari kanker, dengan hanya mengkonsumsi singkong saja, secara rutin. 

Tulisan ini saya dedikasikan buat sahabat² saya di komunitas Tanah Impian, yang selalu mengedepankan, obat²an alami di sekitar kita.

Tolong dibaca hingga tuntas, agar tidak salah memgkonsumsinya....

Caranya ?

Mengkonsumsi singkong mentah secara sedikit demi sedikit, dan jangan terlalu banyak, se-gigitan saja, lalu beri jarak waktu, kemudian makan segigit lagi, .... dst. 

Seperti orang yang sedang ngemil

Setelah beberpa saat mengkonsumsi singkong mentah tersebut, biasanya suka terasa pusing, maka di-stop dulu makannya, atau jangan makan lagi singkong mentah tersebut, 

Lalu dapat diganti dengan memakan singkong yang sudah direbus terlebih dahulu, 

Lakukan itu secara rutin, hingga kanker, yang biasanya berupa benjolan di tubuh penderitanya, mengecil, dan hingga hilang sama sekali. 

Bagi wanita biasanya, benjolan tersebut terletak di sekitar dada kewanitaannya

Tidak seperti obat dari dokter yang ada takarannya...

Pengobatan tradisional ini, setiap orang dampaknya akan berbeda, ada yang hanya 2 minggu sudah terasa mengecil, sementara sahabat saya, memakan waktu hingga 1 1/2 bulan baru terasa benjolan di daadanya mulai mengecil, itupun karena ia mengkonsumsi singkong setiap hari, jadi ya benar-benar tidak ada takarannya, dan harus rutin.

Kalau ditanya berapa banyak, atau berapa kilo harus konsumsi singkongnya. Jawabannya adalah, bukan berapa kilo, tetapi harus dilakukan setiap hari, seperti orang ngemil.

Yang perlu diingat, jika kepala mulai terasa pusing, berhenti untuk memakan singkong mentah, dan dapat dilanjutkan dengan singkong rebus.

Setelah dianggap aman, atau badan dan kepala tidak terasa sakit atau pusing. 

Dapat lagi mengkonsumsi singkong mentah, tetap dengan cara mengemil, dengan menggigitnya sedikit, dan beri jarak, sampai kerasa enak, dan gigit lagi, dst.

Bedanya saat mengkonsumsi singkong mentah, dan singkong rebus. 

Kalau singkong mentah, benar-benar kita ngemilnya digigit sedikit, lalu berhenti atau kasih jarah, dan mulai gigit lagi

Sementara untuk mengenmil singkong rebus, kita dapat memakannya sepotong kecil demi sepotong kecil

Setiap hari, bukan berarti kita mengkonsumsinya 24 jam, namun bisa hari ini kita ngemil di siang hari, besoknya di malam hari, besoknya lagi di pagi hari, dengan waktu yang nyaman bagi kita.


Inilah penjelasan ilmiahnya, yang saya dapatkan dari berbagai sumber

Mungkin ada yang bertanya, apa kandungan singkong sesungguhnya, koq bisa menyembuhkan kanker

Ternyata singkong mengandung vitamin B17, atau amygdaline, sebuah senyawa dalam bentuk glikosida. Vitamin 17 dapat diekstrak, dan hasil ekstraknya dinamakan laetrile.

Selanjutnya senyawa laetrile sering digunakan sebagai obat-obatan dalam menyembuhkan penyakit kanker oleh tim medis. 

Vitamin B17 sendiri, berfungsi memudahkan penguraian, dan penyerapan nutrisi di dalam tubuh. 

Sel kanker adalah sel yang belum matang, yang memiliki enzim berbeda dengan enzim sel normal.

Jika Vitamin B17 bercampur dengan enzim sel normal, maka vitamin tersebut akan diuraikan menjadi; 3 gula.

Sementara jika vitamin B17 bercampur dengan enzim sel kanker, maka vitamin tersebut akan diuraikan, menjadi; 1 gula, 1 benzaldehida dan 1 asam hidrosianik. 

Nah, Asam Hidrosianik yang terbentuk dari proses di atas itulah, yang akan menyerang, dan membunuh sel kanker secara lokal hingga tuntas. 

Singkong  tidak hanya membantu menghilangkan sel kanker pada tubuh si penderita, namun juga membantu mencegah sel kanker muncul dan berkembang. 

Dengan mengkonsumsi singkong secara rutin, maka berarti kita sudah melakukan tindakan pencegahan terhadap penyakit kanker.

Singkong  tidak hanya membantu menghilangkan sel kanker pada tubuh si penderita, tetapi singkong  juga membantu mencegah sel kanker yang akan muncul, dan akan berkembang. 

Jika di luar negeri sana, aprikot terkenal sebagai obat kangker, karena biji aprikot juga mengandung vitamin B17, seperti keampuhan B17 pada singkong

Catatan :
Obat dari dokter saja, kadang cocok-cocokan, jadi untuk obat alami pun, mungkin saja cocok-cocokan. Hanya bedanya, kalau obat kimia, saat badan kita tidak cocok, maka kita bisa saja keracunan.

Sementara obat alami di sekitar kita, kita harus tau terlebih dahulu, apa yang akan terjadi dalam proses penyembuhannya itu sendiri 


Jika Anda anggap artikel ini bermanfaat, silahkan disebarkan informasi ini 

Sumber : Sate Jawa 
Foto : Istimewa

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Warta WA Terkini - Latest WA News

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta WA Terkini

Entri Populer