Tanggapan Pidato Politik SBY

Jakarta (WWT) - Pidato politik SBY pasca ketemu Prabowo sangat menggelikan. Ada lima hal yang SBY soroti yaitu sbb:

1. Kritik SBY soal ekonomi justru menampar mukanya sendiri.  Bukannya selama 10 th berkuasa SBY mengumbar subsidi bbm dan listrik yang berdampak fatal pada fiskal apbn?  Lupa ya? Berapa ratus trilyun uang rakyat yang dipakai mensubsidi BBM dan Listrik yang jelas salah sasaran? Apa SBY lupa,  di jamannya yang konon katanya krisis keuangan Bank Century akan berdampak sistemik dan sistematis pada perekonomian Indonesia,  sehinga negara harus menalangi liquidasi Bank Century yang ternyata uangnya hanya dirampok?  Perekonomian yang bagaimana yang dimaksud SBY?

2. Radikalisme,  ekstrimisme dan terorisme, SBY sepakat harus dihentikan.  Koq baru sekarang ngomongnya?  Bukannya hal itu tumbuh sumbur di jamannya,  karena dari mereka SBY mendulang suara?  Tiada hari tanpa pembantaian orang ahmadiyah,  tiada hari tanpa pembantaian saudara-saudara kita yang beragama nasrani saat menjalankan ibadahnya.  Statement SBY klise,  normatif dan tak bermakna. SBY sepakat menolak politik identitas yang berbahu SARA. Namun SBY juga menolak Islam Phobia,  yang berujung pada mudahnya menuduh ormas sebagai ormas radikal.  Ormas mana?  HTI?  Bukannya sudah lewat jalur pengadilan? Mudah bagaimana?  Di negara-negara lain,  HT sudah dibubarkan dulu-dulu.  Indonesia baru saja.  Mudah bagaimana?  Pemerintah selalu dirongrong dengan demo berjilid-jilid sebagai wujud politik identitas yang sangat berbau SARA,  dan pemerintah tidak memasalahkan.  Mudah bagaimana?  SBY juga bicara soal Pancasila sebagai dasar negara dan juga menolak ideologi lain: baik itu komunis atau upaya-upaya mendirikan negara agama.  Loh koq bisa begitu,  bukannya jamannya SBY berkuasa,  Pancasila lenyap dari kehidupan bangsa Indonesia?  Terlambat ingatnya.... SBY juga menyoroti netralitas TNI dan Polri pada pemilu 2019. Benarkah?  Siapa yang mengganti Pangkostrad dengan adik iparnya menjelang pemilu?

3. Keseimbangan pembangunan manusia dan infrastruktur.  Jamannya SBY njomplang luar biasa,  karena pembangunan infrastruktur hampir tidak ada dan liberalisasi lembaga-lembaga pendidikan terus terjadi,  akibatnya biaya pendidikan menjadi super mahal.  Apanya yang seimbang?  Think things over!

4. Pengelolaan negara harus lebih cakap.  Cakap bagaimana?  Bukannya menteri-menterinya SBY banyak yang maling: Andi Malarangeng,  Siti Fadilah Sapari,  Jero Wacik,  dll?  SBY lupa sejarahnya sendiri.

5. Lapangan pekerjaan dan kondisi ekonomi rakyat.  Sudahkah SBY menengok data statistik dari BPS soal angka kemiskinan,  tingkat pengangguran,  dll dengan baik dan benar? Coba dibaca yang benar. Mustinya termasuk perlindungan TKI di Malaysia khususnya.  Bukannya di jamannya SBY pembantaian TKI/TKW secara masif terjadi di Malaysia dan SBY tidak berkutik?

Sudahlah,  sebaiknya SBY belajar memahami masalah secara utuh,  memahami integritas  dan sinergisitas sistem dengan baik dan mulai belajar berfikir yang sifatnya sustainable.  Jangan Lupa kasus Wisma Atlit dan Hambalang yang mangkrak! BAHASA MENUNJUKKAN BANGSA.  INGAT ITU!

ir.  KPH.  Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M. Sc.,  Lic. Eng.,  Ph. D. 
UNIVERSITAS GADJAH MADA

IG : @wartawaterkini
Sumber : Sate Jawa
Foto : Istimewa
Obat Alami dengan Testimoni
Ketumbar vs Ring Jantung:Link
Biji Alpukat vs Cuci Darah:Link
Jengkol vs Diabetes:Link
Pete vs Detox:Link
Daun Alpukat vs Penuaan Dini:Link
Share:

Tanggal pemungutan suara Pilpres dan Pileg Indonesia adalah:

*Hari Rabu 17 April 2019.*

*Hari itu pas bertepatan dengan masa Hari Besar Kristiani (Gerejawi), Pekan Suci bagi umat Katolik, yakni diawali :*
*# Minggu Palem (14 Apr '19),*
*# Kamis Putih (18 Apr '19),*
*# Jumat Agung (19 Apr '19),*
*# HR Paskah (21 Apr '19).*
*Ada hari-hari libur yang lumayan panjang di sekitar tanggal-tanggal tersebut.*

*Demi mensukseskan Pak Presiden Jokowi menang, terpilih kembali dan menjabat 2 periode, tolonglah hindari pergi tour atau keluar kota (walau dikasih diskon besar oleh biro travel atau oleh penerbangan).*

*Karena suara Anda dan suara teman2 sangat berharga*.
Kalau ada teman *berencana tour di tahun depan di sekitar tanggal itu, mohon juga diingatkan.*

Apalagi kalau pergi secara rombongan. *Banyak suara untuk Pak Jokowi akan hilang tidak digunakan.*

*Padahal 1 suara sangat berharga.*

Ingatlah harapan Dua-Periode-Jokowi *tidak cukup hanya diinginkan dan didoakan tapi harus kita kawal dan perjuangkan secara nyata*.

Ingatkanlah teman2 dan saudara2 kita, *jangan suara kita dibiarkan hilang percuma.*

*Merdeka !!!*

Salam Dua Periode,

Sumber : Sate Jawa
Foto : Istimewa
Share:

Sistem Penghitungan Suara Caleg / Partai Politik di Pemilu 2019

Metode Penghitungan Suara *SAINTE LAGUE* Pemilu 2019

Metode penghitungan suara pada Pemilu 2019 nanti akan menggunakan Sainte Lague.

Metode ini diperkenalkan oleh Andre Sainte Lague, Ahli matematika asal Perancis, metode ini membagi kursi dengan cara membagi suara yang masuk menjadi 1,3,5,7 dst.

Berbeda dengan metode pada pemilu yang sebelumnya, dimana pada pemilu yang lalu digunakan BPP (bilangan pembagi pemilih).

Cara penghitungan kursinya sangat simple.

CONTOH:

Apabila dalam satu dapil ada alokasi 7 kursi misalnya, pada dapil tersebut:

1. Partai A total meraih 28.000 suara
2. Partai B meraih 15.000
3. Partai C meraih 10.000
4. Partai D meraih 6.000 suara.
5. Partai E 3000 suara.

Maka kursi pertama didapat dengan pembagian 1.

1. Partai A 28.000/1 = 28.000.
2. Partai  B 15.000/1 = 15.000
3. Partai C 10.000/1 = 10.000
4. Partai D 6.000/1 = 6.000
5. PartaiE 3.000/1 = 3.000

Jadi kursi pertama adalah milik partai A dengan 28.000 suara.

Untuk kursi ke 2,
Dikarenakan A tadi sudah menang di pembagian 1.
Maka berikutnya A  akan dibagi 3, sedangkan yang lain masih dibagi 1.

Perhitungan kursi ke-2 adalah:

1. Partai A 28.000/3 = 9.333
2. Partai B 15.000/1 = 15.000
3. Partai C 10.000/1 = 10.000,
4. Partai D 6.000/1 = 6.000
5. Partai E 3.000/1 = 3.000

Maka kursi ke 2 adalah milik partai B dengan 15.000 suara.

Sekarang kursi ke 3,

A dan partai B telah mendapatkan kursi dengan pembagian 1, maka mereka tetap dengan pembagian 3, sedangkan suara partai lain masih dengan pembagian 1.

Maka perhitungan kursi ke 3 adalah:

1. Partai A 28.000/3 = 9.333.
2. Partai B 15.000/3 = 5.000,
3. Partai C 10.000/1 = 10.000
4. Partai D 6.000/1 = 6.000
5. Partai E 3.000/1 = 3.000

Maka disini kursi ke 3 milik partai C dengan 10.000 suara.

Perhitungan suara untuk kursi ke 4, A , B dan C telah mendapat kursi dengan pembagian 1, maka mereka akan masuk ke pembagian 3.

1. Partai A 28.000/3 = 9.333
2. Partai B 15.000/3 = 5.000
3. Partai C 10.000/3 = 3.333
4. Partai D 6.000/1 = 6.000
5. Partai E 3.000/1 = 3.000

Maka kursi ke 4 adalah milik A dengan 9.333 suara.

Masuk ke kursi ke 5,

Partai A sudah mendapat kursi hasil pembagian suara 1 dan 3, maka selanjutnya A akan dibagi 5, B dan C dibagi 3,sementara D dan E masih pada pembagian 1.

Penghitungan kursi ke 5 adalah:

1. Partai A 28.000/5 = 5.600.
2. Partai B 15.000/3 = 5.000
3. Partai  C 10.000/3 = 3.333
4. Partai D 6.000/1 = 6.000
5. Partai  E 3.000/1 = 3.000

Maka partai D mendapatkan kursi ke 5 dengan 6.000 suara.

Kursi ke 6, A dibagi 5. B,C dan D dibagi 3, dan E masih dibagi 1.

1. Partai A 28.000/5 = 5.600.
2. Partai B 15.000/3 = 5.000.
3. Partai C 10.000/3 = 3.333
4. Partai D 6.000/3 = 2.000
5. Partai E 3.000/1 = 3.000

Disini A kembali mendapat kursi,karena suaranya ada 5.600.

Sedangkan perhitungan kursi terakhir, A mendapatkan pembagian 7, karena pembagian 1,3 dan 5 telah menghasilkan kursi.

Maka perhitungan kursi ke 7 adalah:

1. Partai A 28.000/7 = 4.000
2. Partai  B 15.000/3 = 5.000.
3. Partai C 10.000/3 = 3.333
4. Partai D 6.000/3 = 2.000
5. Partai E 3.000/1 = 3.000

Maka partai B mendapat kursi terakhir dengan 5.000 suara.

Sumber : Sate Jawa
Foto : Istimewa
Share:

Tahapan Pencalegan 2019

*_1. 4 - 17 Juli_*
Pendaftaran anggota DPR dan DPRD

*_2. 5 - 18 Juli_*
Verifikasi kelengkapan administrasi daftar calon

*_3. 19 - 21 Juli_*
Penyampaian hasil verifikasi kelengkapan administrasi

*_4. 22 - 31 Juli_*
Perbaikan daftar calon dan syarat calon serta pengajuan bakal calon pengganti

*_5. 1 - 7 Agustus_*
Verifikasi terhadap perbaikan daftar calon dan syarat calon

*_6. 8 - 12 Agustus_*
Penyusunan dan penetapan Daftar Calon Sementara (DCS) anggota dewan

*_7. 12 - 14 Agustus_*
Pengumuman DCS dewan

*_8. 12 - 21 Agustus_*
Masukan dan tanggapan masyarakat atas DCS

*_9. 22 - 28 Agustus_*
Klarifikasi Parpol atas tanggapan masyarakat terhadap DCS anggota dewan

*_10. 29 - 31 Agustus_*
Penyampaian klarifikasi dari Parpol kepada KPU

*_11. 4 - 10 September_*
Pengajuan penggantian bakal calon anggota dewan

*_12. 14 - 20 September_*
Penyusunan DCT anggota dewan

*_13. 21 - 23 September_*
Pengumuman DCT anggota dewan

*SUMBER: PKPU NO 5 TAHUN 2018*

Sumber : Sate Jawa
Foto : Istimewa
Share:

Hallo Warga Jabodetabek 🤚🏼,

Perkenalkan kita dari *Transjabodetabek Premium* Perum PPD ☺
*TARIF PROMO CUMA 10K* 😊
Fasilitas :
1.Bangku set 2-2
Enak,nyaman,bisa di tarik ke belakang jika mau tiduran 🙏
2. Free Wifi
Speed cepat sampai 10mbps, streaming lanjay lah, ,
3. Free Listrik
Bisa sambil charger hp kalau battre habis atau mau nginput data bisa banget
4. Full AC
Ac dingin pake banget, gak sumpek dan gak panas 🙏
5. Safety belt di tiap Seat yang menambah rasa aman dalam perjalanan..
Keren kan...

Di bawah ini adalah tarif & jadwal keberangkatan layanan Bus Transjabodetabek Premium ter-update yaa.
#
_*Mega City Bekasi Barat - Plaza Senayan*_
*Tarif Rp. 10.000,-*
》Jam Keberangkatan
Pagi dari Bekasi Barat :
Jam : 05.30 , 06.00 ,06.10 , 06.20 , 06.30 , 06. 50 , 07.10 , 07.30 , 08.00 , 08.30 , 09.00 WIB.
Sore dari Plaza Senayan:
Jam : 16.00 , 16.30 , 17.50 , 17.00, 17.20 , 17.30 , 17.40 , 18.00 ,18.10 , 18.30 , 18.50 , 19.10 , 19.20 , 19.30 , 19.40 , 19.50 , 20.00 , 20.10 , 20.30 , 21.00 WIB.
#
_*Mega City Bekasi Barat - Podomoro City Grogol*_
Pagi dari Bekasi Barat :
Jam : 05.50 , 06.40 WIB.
Sore dari Podomoro Grogol :
Jam : 16.45 , 17.20 , 17.45  WIB.

#
_*LRT City Bekasi Timur - Grand Paragon jl.Gajah Mada Kota*_
*Tarif Rp. 10.000,-*
》Jam Keberangkatan
Pagi dari Bekasi Timur:
Jam : 05.30 , 06.10 , 07.10 , 08.10 ,  WIB.
Sore dari Grand Paragon:
Jam : 16.45 , 17.15 , 17.45 , 18.05 WIB.
#
_*LRT City Bekasi Timur - Sunter Mall*_
Pagi dari bekasi timur :
Jam: 05.40 , 07.20 , WIB.
Sore dari Sunter :
Jam : 17.30 , 17.45  WIB.
#
_*Cibinong City Mall - Grand Paragon*_
*Tarif Rp. 20.000,-*
》Jam Keberangkatan
Pagi dari Cibinong:
Jam : 05.30 , 06.00 , 06.30 , 07.00 WIB.
Sore dari Grand Paragon:
Jam : 15.30 , 16.00 , 16.30 , 17.00 , 17.30 20.00WIB.
#
_*Cibinong City Mall - Plaza Senayan*_
》Jam Keberangkatan
Pagi dari Cibinong:
Jam 05.45 , 06.15 , 06.45 7.00 WIB.
Sore dari Plaza Senayan:
Jam : 16.30 , 17.00 , 17.30 , 18.00 , 18.30 20.00 WIB.
#
_*TangCity Mall - ITC Kuningan*_
*Tarif Promo Rp. 20.000,-*
》Jam Keberangkatan
Pagi dari Tangerang:
Jam : 05.30 , 06.00 , 06.30 WIB.
Sore dari ITC Kuningan:
Jam : 17.00 , 17.30 , 18.00 WIB.
#
_*Grand Dhika City Jatiwarna - Plaza Senayan*_
*Tarif  Rp. 15.000,-*
》Jam Keberangkatan
Pagi dari Jatiwarna:
Jam : 05.45 , 06.25 , 06.50. 07.30 WIB.
Sore dari Plaza Senayan:
Jam : 16.30 , 17.45 , 19.00 WIB.
#
_*Grand Dhika City Jatiwarna - Mal Ciputra Grogol*_
》Jam Keberangkatan
Pagi dari Jatiwarna:
Jam : 05.45 , 06.20 WIB.
Sore dari Mal Ciputra Grogol:
Jam : 16.30 , 17.30 WIB.
#
_*Grand Dhika  City Jatiwarna -  Kuningan~ Sudirman*_
》Jam Keberangkatan
Pagi dari Jatiwarna:
Jam : 06.20
Sore dari Kuningan :
Jam : 18.30
#
_*Grand Dhika  City Jatiwarna -  Monas~ Thamrin*_
》Jam Keberangkatan
Pagi dari Jatiwarna:
Jam : 06.10
Sore dari Kuningan :
Jam : 16.45 , 18.30 , 20.30
#
_*MM Cileungsi - Lippo Mall Kemang Village*_
*Tarif Promo Rp.  20.000*
》Jam Keberangkatan
Pagi dari Cileungsi:
Jam : 05.00 , 05.30
Headway Cibubur Junction : 05.25 , 06.00
Sore dari kemang: 18.00 , 18.30
#
_*MM Cileungsi - Pasar Baru*_
》Jam Keberangkatan
Pagi dari Cileungsi:
Jam : 05.25 , 05.50
Headway Cibubur Junction: 05.55 , 06.20
Sore dari Pasar Baru:
Jam : 16.30 , 17.00

#
Untuk kontak layanan kami, silakan menghubungi:

*081217714554 an. Dhedie (penanggung jawab dan pengendali jalur)*
*08567787834 an. Ramadhan (Bekasi Timur)*

Ayo naik bus, biar gak macet

Bantu broadcast
Tolong Bantu share ya teman2 ☺Hallo Warga Jabodetabek 🤚🏼,
Perkenalkan kita dari *Transjabodetabek Premium* Perum PPD ☺
*TARIF PROMO CUMA 10K* 😊
Fasilitas :
1.Bangku set 2-2
Enak,nyaman,bisa di tarik ke belakang jika mau tiduran 🙏
2. Free Wifi
Speed cepat sampai 10mbps, streaming lanjay lah, ,
3. Free Listrik
Bisa sambil charger hp kalau battre habis atau mau nginput data bisa banget
4. Full AC
Ac dingin pake banget, gak sumpek dan gak panas 🙏
5. Safety belt di tiap Seat yang menambah rasa aman dalam perjalanan..
Keren kan...

Di bawah ini adalah tarif & jadwal keberangkatan layanan Bus Transjabodetabek Premium ter-update yaa.
#
_*Mega City Bekasi Barat - Plaza Senayan*_
*Tarif Rp. 10.000,-*
》Jam Keberangkatan
Pagi dari Bekasi Barat :
Jam : 05.30 , 06.00 ,06.10 , 06.20 , 06.30 , 06. 50 , 07.10 , 07.30 , 08.00 , 08.30 , 09.00 WIB.
Sore dari Plaza Senayan:
Jam : 16.00 , 16.30 , 17.50 , 17.00, 17.20 , 17.30 , 17.40 , 18.00 ,18.10 , 18.30 , 18.50 , 19.10 , 19.20 , 19.30 , 19.40 , 19.50 , 20.00 , 20.10 , 20.30 , 21.00 WIB.
#
_*Mega City Bekasi Barat - Podomoro City Grogol*_
Pagi dari Bekasi Barat :
Jam : 05.50 , 06.40 WIB.
Sore dari Podomoro Grogol :
Jam : 16.45 , 17.20 , 17.45  WIB.

#
_*LRT City Bekasi Timur - Grand Paragon jl.Gajah Mada Kota*_
*Tarif Rp. 10.000,-*
》Jam Keberangkatan
Pagi dari Bekasi Timur:
Jam : 05.30 , 06.10 , 07.10 , 08.10 ,  WIB.
Sore dari Grand Paragon:
Jam : 16.45 , 17.15 , 17.45 , 18.05 WIB.
#
_*LRT City Bekasi Timur - Sunter Mall*_
Pagi dari bekasi timur :
Jam: 05.40 , 07.20 , WIB.
Sore dari Sunter :
Jam : 17.30 , 17.45  WIB.
#
_*Cibinong City Mall - Grand Paragon*_
*Tarif Rp. 20.000,-*
》Jam Keberangkatan
Pagi dari Cibinong:
Jam : 05.30 , 06.00 , 06.30 , 07.00 WIB.
Sore dari Grand Paragon:
Jam : 15.30 , 16.00 , 16.30 , 17.00 , 17.30 20.00WIB.
#
_*Cibinong City Mall - Plaza Senayan*_
》Jam Keberangkatan
Pagi dari Cibinong:
Jam 05.45 , 06.15 , 06.45 7.00 WIB.
Sore dari Plaza Senayan:
Jam : 16.30 , 17.00 , 17.30 , 18.00 , 18.30 20.00 WIB.
#
_*TangCity Mall - ITC Kuningan*_
*Tarif Promo Rp. 20.000,-*
》Jam Keberangkatan
Pagi dari Tangerang:
Jam : 05.30 , 06.00 , 06.30 WIB.
Sore dari ITC Kuningan:
Jam : 17.00 , 17.30 , 18.00 WIB.
#
_*Grand Dhika City Jatiwarna - Plaza Senayan*_
*Tarif  Rp. 15.000,-*
》Jam Keberangkatan
Pagi dari Jatiwarna:
Jam : 05.45 , 06.25 , 06.50. 07.30 WIB.
Sore dari Plaza Senayan:
Jam : 16.30 , 17.45 , 19.00 WIB.
#
_*Grand Dhika City Jatiwarna - Mal Ciputra Grogol*_
》Jam Keberangkatan
Pagi dari Jatiwarna:
Jam : 05.45 , 06.20 WIB.
Sore dari Mal Ciputra Grogol:
Jam : 16.30 , 17.30 WIB.
#
_*Grand Dhika  City Jatiwarna -  Kuningan~ Sudirman*_
》Jam Keberangkatan
Pagi dari Jatiwarna:
Jam : 06.20
Sore dari Kuningan :
Jam : 18.30
#
_*Grand Dhika  City Jatiwarna -  Monas~ Thamrin*_
》Jam Keberangkatan
Pagi dari Jatiwarna:
Jam : 06.10
Sore dari Kuningan :
Jam : 16.45 , 18.30 , 20.30
#
_*MM Cileungsi - Lippo Mall Kemang Village*_
*Tarif Promo Rp.  20.000*
》Jam Keberangkatan
Pagi dari Cileungsi:
Jam : 05.00 , 05.30
Headway Cibubur Junction : 05.25 , 06.00
Sore dari kemang: 18.00 , 18.30
#
_*MM Cileungsi - Pasar Baru*_
》Jam Keberangkatan
Pagi dari Cileungsi:
Jam : 05.25 , 05.50
Headway Cibubur Junction: 05.55 , 06.20
Sore dari Pasar Baru:
Jam : 16.30 , 17.00

#
Untuk kontak layanan kami, silakan menghubungi:

*081217714554 an. Dhedie (penanggung jawab dan pengendali jalur)*
*08567787834 an. Ramadhan (Bekasi Timur)*

Ayo naik bus, biar gak macet

Sumber : Sate Jawa
Foto : Istimewa
Share:

Memahami pemimpin dalam kaca mata APBN paling sederhana

Ilustrasi 1;
Sebagai pekerja freelance Pak Dulah memiliki penghasilan rata2 sebulan Rp.800rb. Dengan penghasilan sebesar itu pak Dulah harus menghidupi rumah tangganya dengan satu anak.  Pengeluaran sebulan mencapai 3 juta, yang terdiri dari biaya transport sebesar 500rb., biaya makan 1,8 juta, biaya sewa rumah 700rb. Artinya terjadi defisit sebesar Rp. 2,2 juta.  Lantas bagaimana Pak Dulah bisa bertahan hidup dengan biaya lebih besar dari pendapatan tetapnya ?

Perhatikan solusi yang dilakukannya. Pertama dia membeli motor secara kredit, dengan uang muka sebesar Rp.300rb. Cicilan sebesar 800rb. sebulan untuk jangka waktu 3 tahun. Motor itu ia gunakan untuk pergi bekerja, sehingga ada penghematan biaya transport sebesar 500rb. per bulan.  Sepulang bekerja, motor itu ia gunakan untuk ngojek dengan penghasilan bersih rata2 sebulan Rp. 1,5 jt.  Kemudian dibantu istrinya, dia juga membuka warung depan rumah, melalui kredit dari koperasi sebesar Rp. 3 juta, dengan cicilan sebesar Rp. 300rb. sebulan. Dari usaha warung rumahan itu , ia memperoleh pendapatan rata rata sebulan Rp. 1,5 juta.  Dengan cara ini, total pengeluaran naik menjadi sebesar 4,1 juta, tapi total penerimaan juga naik sebesar 4,3 juta., sehingga terdapat selisih surplus sebesar Rp. 200rb. Selisih 200rb. ini disebut dengan RUANG FISKAL bagi keluaga pak Dulah.

Jumlah ruang fiskal tersebut bebas digunakan untuk belanja apa saja. Tapi Pak Dulah memilih tidak menggunakannya untuk konsumsi makan2 atau piknik. Tapi akan digunakan untuk investasi pendidikan anak, dan sebagian digunakan meningkatkan modal bagi usaha rumahannya agar semakin besar peluang menghasilkan penerimaan.

Ilustrasi 2 :
Ada lagi cerita. Pak Somad seorang Manajer swasta yang memiliki total harta (rumah dan kendaraan) sebesar 300 juta. Gajinya sebulan Rp. 10.000.000. Tapi pengeluaran untuk belanja bulanan sebesar Rp. 13.000.000. Artinya, terjadi defisit sebesar Rp. 3 juta. Somad memutuskan bahwa untuk menutup defisit tersebut, mereka bisa berhutang, karena defisit sebesar 3 juta tsb. hanya senilai 1% dari total hartanya. Hutang dgn jumlah tsb. tidak akan menyisakan ruang fiskal apapun, karena hanya habis untuk membiayai belanja rutin. Akibatnya, yang terjadi dari tahun ke tahun, hutang terus bertambah karena gali lubang tutup lubang.  Dan akhirnya rasio hutang terhadap harta mencapai 80%.  Harta terpaksa dijual untuk bayar hutang. Mengapa sampai begitu? karena hutang yg dibuat selama ini hanya habis untuk belanja rutin. Tidak tersisa ruang fiskal yg cukup untuk investasi yang bisa meningkatkan pendapatan. Apa yang terjadi pada Somad, juga terjadi pada Bolivia, venezuela, Italia, dan Yunani, dimana defisit ditutupi dari hutang namun ruang fiskal sangat kecil sekali.

Sebetulnya yang terjadi di Era SBY-Budiono hampir sama. Dgn ilustrasi 2. Ruang fiskal sangat kecil, sehingga tidak cukup untuk membangun jalan, waduk, bandara, pelabuhan, dan investasi produktif lainnya.  Kebijakan SBY pd saat itu lbh fokus pada peningkatan daya beli. Artinya, belanja rutin untuk program2 bantuan tunai dan subsidi terus digelontorkan demi mempertahankan daya beli masyarakat.  Dan ketika terjadi krisis global 2011 yg menyebabkan penerimaan negara turun, maka terjadilah defisit.  Defisit ini lalu ditutup dengan hutang.  Meskipun rasio defisit tsb. masih dibawah 3% dari PDB, namun tidak ada ruang fiskal untuk ekspansi, sementara hutang masa lalu juga harus terus di bayar lho.

Tidak adanya ruang fiskal berarti tidak terjadi investasi pada infrastruktur, sehingga pertumbuhan produktivitas menjadi lambat.  Implikasi yg lbh parah adalah Indonesia dapat terjebak dalam hutang krn tidak ada peningkatan PDB secara signifikan dr sisi produksi, seperti yang dicontohkan pada keluarga Somad diatas.

Kebijakan anggaran diatas lalu diubah pada Era JKW-JK.  Ruang fiskal diperlebar dengan menambah hutang, mengoptimalkan penerimaan negara, dan menurunkan pengeluaran rutin pemerintah, terutama pada subsidi BBM dan Listrik.  Mengapa demikian? karena JKW ingin menggeser paradigma dari ekonomi konsumtif menjadi ekonomi produktif.  Pilihan kebijakan ini sungguh tidak populer dimata pemilih saat Pilpres 2019 nanti .  Padahal rasio hutang kita terhadap PDB tercatat sebesar 34%.  Rasio ini masih jauh dari yang disyaratkan dalam Undang-undang Keuangan Negara yakni sebesar 60%.  Publikasi yang diterbitkan CIA ttg ranking negara2 yg paling parah tingkat hutangnya, menempatkan Indonesia pada urutan 149.  Artinya, penggunaan hutang Indonesia sebenarnya masih berada di level yang sangat aman, baik secara mandatory, maupun ukuran yg berlaku secara internasional.  Apa yang dilakukan oleh JKW kurang lebih sama dengan contoh pada keluarga Dulah. Kuncinya, bukan seberapa besar hutang atau rasio hutang tapi sejauh mana hutang itu benar2 digunakan untuk hal-hal produktif (infrastruktur), bukan untuk konsumsi.

Infrastruktur, pentingkah itu?

Sekali lagi, jika hanya mengejar elektabilitas untuk pemilu 2019, maka JKW tinggal. mereplikasi kebijakan populis yang dibuat SBY saja.  Rakyat tinggal dimanjakan dengan berbagai program subsidi. Kalaupun harus bangun infrastruktur, bangun saja di Jawa yang jumlah pemilihnya banyak, sementara daerah2 terluar dan terpencil biar saja melambat sesuai keadaannya .  Tapi ini masalah pilihan kebijakan. Ibarat Dokter, yang lebih memilih menghilangkan sumber penyakit dari pada sekedar menghilangkan symptom-nya. Jika asam lambung Anda sering kumat, maka yang harus disembuhkan adalah lambungnya, bukan sekedar menghilangkan nyerinya dengan memperbanyak obat analgesik (subsidi).  Jika ingin sembuh tuntas, Anda terpaksa harus merasakan "ketidaknyamanan" krn hrs di endoskopi dan hrs disiplin berpantang makanan “lezat” untuk jangka waktu tertentu.

Subsidi BBM seperti itu.  Disatu sisi kita ingin BBM itu murah, tapi kita masih menghabiskan waktu yang lebih lama dijalanan karena jumlah penduduk dan kendaraan sudah tidak seimbang dengan ruas jalan. Malaysia saja yang jumlah penduduknya hanya 32 juta sudah memiliki 4.000 km jalan Tol, sementara kita dengan penduduk 250 juta, sejak merdeka sampai era SBY, jumlah jalan tol kita masih dibawah 1.000 km.  Infrastruktur seperti jalan, jembatan, pelabuhan dan bandara itu bisa kita analogikan sebagai pembuluh darah dalam tubuh kita yang tugasnya mendistribusikan oksigen dan nutrisi keseluruh bagian tubuh. Bisa dibayangkan apa jadinya pada jantung, otak, dan bagian vital lainnya jika sirkulasi darah itu mampet karena semakin banyaknya timbunan makanan?.  Rasanya akan sia-sia jika kita bicara tentang pertumbuhan ekonomi, tapi pergerakan manusia dan barang-barang produksi masih mengandalkan jalur transportasi yang dibangun Belanda .  Sirkulasi faktor produksi mampet karena masih sering ketemu lampu merah, pasar tumpah, apalagi jika ada hajatan penduduk yang memakan bahu jalan.

Belum lagi jika kita bicara dari sisi suplay.  Kita ingin BBM itu murah, tapi dilain waktu masih sering terjadi kelangkaan BBM di SPBU karena kilang minyak kita masih sedikit.  Kapasitas kilang minyak kita, yg terakhir dibangun 20 tahun lalu itu, hanya mampu berproduksi 800 ribu barel per hari.  Sementara tingkat konsumsi mencapai 1,3 juta barel per hari, dan akan meningkat menjadi 2,2 juta barel pada 5 tahun ke depan, seiring dengan ledakan jumlah penduduk dan kendaraan.  Mau tdk mau, saat ini kita terpaksa impor BBM, dan jadilah kita sebagai negara importir BBM mentah terbesar di dunia.  Sialnya lagi, proses impor itu menggerus keuangan negara sebesar 250 Milyar per hari akibat ulah mafia Migas di Petral.  Tidak heran jika Petral itu kemudian dibubarkan oleh JKW.

Hal serupa juga terjadi di sektor Kelistrikan. Di satu sisi kita ingin tarif listrik disubsidi tapi kita masih sering mengalami mati lampu karena jumlah pembangkit listrik kita masih sangat minim.  Tambahan kebutuhan listrik kita sebanyak 5.000 MW per tahun, namun baru terpenuhi 60%-70% saja di era SBY.  Belum lagi jika kita ngomong tentang rasio elektrifikasi, yang saat itu hanya sebesar 80%.  Ini berarti sejak kita merdeka, masih ada 20% atau 50 juta penduduk Indonesia yang belum menikmati listrik.  Pemerintah bukannya enggan untuk memberi subsidi, tapi memang ruang fiskal yg disediakan SBY saat pergantian kepemimpinan hanya sebesar 180 T, sedangkan kebutuhan kita besar. Oleh sebab itu, subsidi untuk pelanggan 900 VA ke atas terpaksa dialihkan untuk mengatasi masalah2 kelistrikan tsb.  Adapun untuk pelanggan yg tidak mampu (450 VA), subsidinya tidak dicabut, bahkan jumlahnya ditambah, dari 23 juta KK menjadi 27 juta KK. Skema subsidi di Era JKW itu bukan pada barang tapi langsung kepada yang berhak, melalui program2 bantuan sosial seperti KIS, KIP, PKH, dan lainnya.  .

Lain lagi dgn masalah "perut".  Di Era SBY, kita hanya memiliki 206 bendungan besar, ratusan bendungan kecil dan ribuan embung. Jumlah tsb. baru mampu mencukupi 11% kebutuhan irigasi pertanian.  Artinya, 89% irigasi pertanian kita masih tergantung dari kondisi cuaca.  Sehingga rata-rata masa panen hanya 1,4 kali dalam setahun. Jika membandingkan jumlah perut yg terus meningkat setiap tahun , maka bisa dibayangkan ancaman krisis pangan, energi dan air pada 10 tahun ke depan.  So agar stok pangan tetap terjaga, ya kita terpaksa masih hrs impor pangan, apalagi jika harga dalam negeri mengalami kenaikan. Ironis ga sih untuk sebuah negara yang dikenal sebagai negara agraris? .

Dengan berbagai permasalahan diatas, diperlukan keberanian untuk memilih kebijakan yg tidak populis, meski risikonya akan menurunkan elektabilitas seorg pemimpin dimata pemilihnya.  Saya sih cuma ingin menstate bahwa yg namanya pencitraan seorang pemimpin itu bukanlah terlihat pada seringnya dia blusukan, tapi pada pilihan kebijakan (APBN) yg dia ambil.  Pemimpin yg fokus pada pesona dan citra diri, pasti akan memilih “main aman” dgn kebijakan populisnya, meski dalam jangka panjang,  rakyatnya terancam krisis yg berkelanjutan...... Seperti kata James Freeman, "Politikus itu hanya akan memikirkan pemilu berikutnya, sedangkan Negarawan akan memikirkan generasi selanjutnya".
Referensi :
https://catatanpringadi.com/ruang-fiskal-fiscal-space/

Sumber : Sate Jawa
Foto
Share:

Harga BBM dari tahun ke tahun

Mari kita berbicara mengenai Harga BBM berdasarkan *DATA*.
Kita lihat satu persatu data *Perbandingan setiap Tahunnya.*

👉 *PREMIUM*
*Era HABIBIE*
1998: Rp 1.200 turun ke Rp.1.000

*Era GUS DUR*
1999: 1.000 ▶    600
2000:    600 ▶ 1.150
2001: 1.150 ▶ 1.450

*Era MEGAWATI*
*2002*: 1.450 ▶ 1.550
*2003*: 1.500 ▶ 1.810

*Era SBY*
*2005*: 1.810 ▶ 2.400
*2005*: 2.400 ▶ 4.500
*2008*: 4.500 ▶ 6.000
*2008*: 6.000 ▶ 5.500
*2008*: 5.500 ▶ 5.000
*2009*: 5.000 ▶ 4.500
*2013*: 4.500 ▶ *6.500*

*Era JOKOWI*
*2014*: 1 Jan - 17 Nov : 6.500
18 Nov 6.500 ▶ 8.500 ( *1½ bulan* )

*2015*:
1 Jan : 8.500 ▶ 7.600 ( *½ bulan* )
19 Jan 2015 : 6.700
01 Mar 2015 : 6.800
28 Mar 2015 : 7.300
*2016*: 7.500 ▶ 6.950
*2017*: 6.950 ▶ 6.550
*2018*: *6.550*

👉 *SOLAR*
Era *SBY*  Tahun *2013*: 5.500
Era *JKW* Tahun *2018*: 5.150
Berarti 🔻 Rp. 350

👉 *PERTAMAX* - *NON Subsidi*
Per *01 Juli 2014*: Rp.11.300
Per *12 Feb 2018*: Rp.8.900
Berarti 🔻 Rp. 2.400
Per *1 Juli 2018* : Rp.9500. Naik 600 rupiah

Jadi bila kita melihat data tersebut kita bisa melihat kebenaran data yg ada.

Walaupun di tahun 2018 untuk Premium mengalami kenaikan Rp.50, namun kita kini mengetahui bahwa *harga BBM di Papua* yg sebelumnya bisa mencapai *100ribu/liter* telah *hampir sama* dengan harga BBM pada umumnya.

Namun kita harus melihat juga *harga SOLAR* yg ada dimana pada *Tahun 2018* tjd *Penurunan* sebesar *Rp.350.*
Demikian juga terhadap *PERTAMAX* mengalami *Penurunan* juga.

Hal ini patut kita beri aspresiasi kepada Pemerintahan Era Bapak Presiden Jokowi yg berusaha memberikan hal yg terbaik buat bangsa Indonesia.

*#StopHoax*

Ini link sumbernya.....

#https://ekonomi.kompas.com/read/2013/06/17/14580333/Inilah..Harga.BBM.Premiun.Dari.Waktu.ke.Waktu

https://m.merdeka.com/peristiwa/gubernur-papua-harga-bensin-di-papua-rp-100-ribuliter.html

https://m.detik.com/finance/energi/d-4094215/harga-pertamax-naik-terus-pernah-turun-kok-11-kali

#https://id.m.wikipedia.org/wiki/Harga_bahan_bakar_minyak_di_Indonesia

Sumber : Sate Jawa
Foto : Istimewa
Share:

Aku Cinta Bangsaku, Bangsa Indonesia...

Perbedaan antara negara miskin dan kaya bukanlah dari umur sebuah bangsa

Terbukti dari negara-negara tua seperti India dan Mesir, yang berusia lebih dari
2000 tahun dan masih merupakan negara miskin.

Di sisi lain, Kanada, Australia dan Selandia Baru yang baru berusia 150 tahun lalu hari ini adalah negara kaya.

Perbedaan antara negara miskin dan kaya tidak juga tergantung pada sumber daya alam yang tersedia.

Jepang memiliki wilayah yang terbatas, 80% pegunungan, tidak cocok untuk pertanian atau pertanian, tetapi menjadi nomor dua dalam ekonomi dunia. Negara ini seperti pabrik terapung yang sangat besar, mengimpor bahan mentah dari seluruh dunia dan mengekspor produk manufaktur.

Contoh lain adalah Swiss, ia tidak menanam coklat tetapi menghasilkan cokelat terbaik di dunia. Di wilayahnya yang kecil dia memelihara hewan dan mengolah tanah hanya selama empat bulan dalam setahun, namun memproduksi produk susu terbaik. Sebuah negara kecil yang memiliki citra keamanan dan menjadikannya sebagai bank terkuat di dunia.

Para eksekutif atau pemimpin dari negara-negara kaya yang berinteraksi dengan rekan-rekan mereka dari negara-negara miskin tidak menunjukkan perbedaan intelektual yang signifikan.

Faktor-faktor warna kulit juga tidak begitu penting, para migran yang bermalas-malasan di negara asal mereka sangat produktif di negara-negara Eropa yang kaya.

Lalu apa bedanya?

Perbedaannya adalah perilaku dari manusianya, yang dibentuk selama bertahun-tahun oleh pendidikan dan kebudayaan.

Ketika kita menganalisa perilaku orang-orang dari negara-negara kaya dan maju, diamati bahwa mayoritas mereka mematuhi prinsip-prinsip kehidupan berikut:

1. Etika, punya rasa malu.
2. Integritas/tdk gila jabatan.
3. Tanggung jawab.
4. Taat Hukum dan Aturan.
5. Mencintai profesinya.
6. Senang menabung dan berinvestasi
7. Positif thinking.
8. Menghargai dan tepat waktu.
9. Selalu produktif.

Di negara-negara miskin, hanya sedikit yang mengikuti dan menjalankan prinsip-prinsip dasar ini dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Mereka tidak miskin karena kekurangan sumber daya alam atau karena alam yang sangat kejam.

Mereka miskin karena tidak memiliki perilaku yang positif. Mereka tidak memiliki kemauan untuk mengikuti dan mengajarkan prinsip-prinsip kerja masyarakat dengan peradaban yang maju.

MEREKA MENJADI NEGARA MISKIN KARENA *MANUSIANYA HANYA SIBUK MENGAMBIL KEUNTUNGAN DARI ORANG LAIN*.

APABILA KITA HANYA SENANG MEMIKIRKAN DIRI KITA SENDIRI MAKA KITA TIDAK AKAN DAPAT MEMPERBAIKI NEGARA INI.

BELAJARLAH MEMPERBAIKI PERILAKU KITA AGAR SESUAI DENGAN PRINSIP-PRINSIP KEHIDUPAN.

Jika Anda tidak meneruskan pesan ini, tidak akan terjadi apa2 pada Anda. Anda tidak akan mengalami nasib sial, tidak akan dipecat dari pekerjaan, tidak akan kelaparan atau mengalami kesulitan.

Tetapi, jika Anda mencintai NEGARA ANDA,
cobalah dilaksanakan dan sebarkan pesan ini, biar makin banyak orang yg dapat merenungkannya.

Tunjukkan rasa hormat dan tetaplah rendah hati... 🙏🙏🙏

Sumber : Sate Jawa
Foto : Istimewa
Share:

Translate

Pola Pikir

Ada Penghianat Bangsa Dalam Pilpres 2024

Pahlawan Jalan Maju, Penghianat Jalan Mundur Jakarta ( Warta WA Terkini - No Gossip ) - Dari mulai isue Politik Dinasti hingga isue Penghi...

Arsip Blog