Rabu, 21 Agustus 2019

Plastik = Kanker

Pilihlah Tempe bungkus Daun - Kembali ke Kearifan Lokal
Jakarta (WWT) - Kedokteran Dunia sudah menemukan penyebab penyakit kanker. Jawabannya : PLASTIK.

Di tahun 2019 nilai tingkat kematian di China terus menerus meningkat bahkan sampai ke usia muda. Ini dikarenakan kita menggunakan barang-barang yang terbuat dari bahan plastik, kehidupan kita yang sekarang ini tidak dapat terlepas dari barang-barang yang terbuat dari plastik. Penderita penyakit kanker semakin lama semakin banyak diderita oleh anak-anak. Jika tidak segera dicegah akan terlambat. 
Dengan adanya plastik mempermudah kehidupan manusia. Demikian pula ini adalah penyebab meledaknya penyakit kanker yang terbesar dalam sejarah dunia. Mengurangi menggunakan plastik adalah jalan yang terbaik mencegah penyakit kanker. Demi kesehatan Anda dan keluarga, kurangilah menggunakan barang berbahan plastik. 
Saat plastik tersentuh panas, dapat menimbulkan 52 macam bahan kimia yang beracun penyebab penyakit kanker.
Jika menggunakan plastik untuk masa jangka panjang akan dapat merusakkan tubuh Anda dengan parah.

1. Minum teh jangan menggunakan wadah dari plastik. 
Proses pembuatan gelas plastik ditambah bahan Polipingsan untuk melembutkan gelas. Jika Anda isi dengan air panas, pada saat suhu yang tinggi, itu akan mengeluarkan racun dan kita bisa keracunan secara perlahan.

2. Dilarang menggunakan kantong plastik untuk membungkus makanan apapun yang panas. Kantong plastik umumnya terbuat dari bahan polipingsan, tidak berwarna, sangat bening, fleksibel, terdapat lapisan parafin. Pada umumnya kantong plastik itu dibuat dari sisa bahan plastik. Kemungkinan besar bahan-bahan tsb bisa mengeluarkan suatu zat yang berbahaya.

3. Jangan menggunakan botol plastik untuk disimpan di dalam kulkas. Air di dalam botol plastik yang disimpan di dalam kulkas dapat mengeluarkan suatu zat yang sangat ganas beracun yaitu dioksin. Ini bisa menyebabkan kita terkena penyakit kanker.

4. Jangan memasukkan alat-alat yang terbuat dari plastik ke dalam microwave. Karena alat-alat plastik tsb mengandung banyak bahan Karbontetraoksida.
Jika Anda memanaskan makanan menggunakan microwave, setelah mencapai suhu tinggi, dapat mengeluarkan racun dan masuk ke dalam makanan.

5. Jangan menggunakan sumpit yang sekali pakai. Karena menggunakan bahan pemutih Hidrogen Peroksida untuk memutihkan sumpit. Setelah bahan pemutih Hidrogen Peroksida ini dimasak sumpit yang berwarna hitam menjadi berwarna putih. Pemutih Hidrogen Peroksida mengandung zat pembusuk yang sangat keras. Sehingga menyebabkan sumpit jadi bersih dan berwarna cerah. Ditambah cairan parafin dan itulah yang dapat menyebabkan penyakit kanker.

6. Sup asam pedas mengandung bahan plastik. Sup asam pedas yang panas ini jika ditaruh di dalam mangkok plastik, ini akan mengandung zat Polyoxyethylene dan zat Bisphenol A. Kedua zat ini bisa mengeluarkan racun penyebab penyakit kanker.

7. Sebenarnya di dalam mie instan ada mengandung berapa banyak zat beracun? Mangkok mie instan agar bisa kedap air, di dalamnya dilapisi parafin. Setelah dipanaskan lapisan parafin akan mengeluarkan sejenis zat Bisphenol yang beracun. Jika kita memakannya untuk jangka waktu panjang, sangat berbahaya.

Jika dijumlahkan secara menyeluruh tingkat kematian di negara kita lebih dari 1 juta jiwa per tahunnya. 

Dokter menghimbau, jika menerima vlog ini segera sebarkan ke teman- teman dengan demikian akan terselamatkan 1 nyawa.
————————————

Sumber : Sate Jawa
Foto : Istimewa
Read More »

Jumat, 16 Agustus 2019

Nasir Abbas : Inilah cara Teroris Merekrut Anggotanya

Jawab 3 pertanyaan ini:
1. Lebih baik mana Al Quran atau Pancasila?
2. Lebih baik siapa Nabi Muhammad atau Jokowi?
3. Lebih baik mana Negara Islam atau negara kafir?

Mantan pelaku teror, Nasir Abbas, mengaku jadi teroris sejak remaja, yaitu usia 18 tahun. “Memang usia remaja itu yang paling mudah dipengaruhi dan gampang direkrut,” kata Nasir Abbas saat memberikan testimoni tentang pengalamannya sebagai teroris di hadapan ribuan santri Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto Jawa Timur, Kamis (1/8/2019).

Menurut dia, anak-anak muda yang telat belajar agama sangat rawan sekali terjangkit radikalisme. Sebab ilmu pengetahuan agama mereka masih sangat dangkal. Ia memberi contoh pengalaman dirinya sendiri. “Saya dulu pada tahun 1987 dikirim ke wilayah konflik di Afghanistan berumur 18 tahun,” kata Nasir Abbas sembari mengatakan bahwa di Afghanistan ia diajari cara menggunakan senjata dan merakit bom. Sejak itu ia jadi teroris yang ditugasi ke beberapa negara dengan nama dan identitas diri yang selalu berubah.

Nasir Abbas lalu memberi contoh cara dan strategi para teroris merekrut calon anggota baru, terutama anak-anak remaja yang baru belajar agama Islam. “Coba adik-adik santri jawab. Lebih baik mana Al-Quran dan Pancasila,” tanya Nasir Abbas kepada para santri Amanatul Ummah yang memadati Masjid Raya KH Abdul Chalim. Para santri itu langsung menjawab, “Al-Quran…”.

Nasir Abbas kemudian melontarkan pertanyaan lagi, “Lebih baik mana Nabi Muhammad dan Pak Jokowi.” Para santri langsung menjawab, “Nabi Muhammad...”

“Lebih baik mana antara negara Islam dan negara kafir,” tanya Nasir Abbas lagi. Para santri menjawab, “Negara Islam.”

“Nah, dengan jawaban-jawaban itu adik-adik santri tanpa terasa sudah terpengaruh dan masuk jaringan teroris,” kata Nasir Abbas. Kenapa? “Karena pertanyaan-pertanyaan seperti itu seharusnya tak perlu dijawab karena tidak selevel. Itu pertanyaan-pertanyaan salah. Masak Al-Qur’an dibandingkan dengan Pancasila. Masak Nabi Muhammad dibandingkan dengan Pak Jokowi,” kata Nasir Abbas.

Tapi itulah strategi para teroris untuk mengelabuhi dan menjebak mangsanya, terutama untuk menjaring anggota teroris baru. Dengan jawaban-jawaban itu, kata Nasir Abbas, para teroris itu lalu mengembangkan doktrin. “Kalau lebih baik Al-Quran mari kita ganti Pancasila dengan Al-Quran. Kalau negara Islam lebih baik dari negara kafir, mari kita ganti negara Pancasila yang kafir dengan negara Islam. Kalau lebih baik Nabi Muhammad mari kita ganti Jokowi. Tujuannya kan agar kita membenci Pak Jokowi,” kata Nasir Abbas. Saat itulah otak anak-anak muda mulai tercuci secara tidak sadar. Ngeri.

“Membandingkan sesuatu itu harus selevel. Misalnya al-Quran dengan Taurat. Kalau al-Quran dengan Pancasila kan tidak selevel,” kata Nasir Abbas. “Nabi Muhammad dengan Pak Jokowi juga tidak selevel. Nabi Muhammad itu dipilih langsung oleh Allah, sedang Pak Jokowi dipilih oleh manusia,” tambahnya.

Menurut Nasir Abbas, masih banyak pertanyaan menjebak lainnya yang dikembangkan oleh teroris. “Karena itu kalau adik-adik santri mendapat pertanyaan seperti itu jangan dijawab,” pintanya.

Nasir Abbas menuturkan, kini para teroris dalam merekrut anggota baru tidak selalu dengan cara face to face atau tatap muka. Mereka memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. “Bisa lewat baca dan bisa lewat video,” kata Nasir Abbas.

Karena itu ia minta mewaspadai kelompok-kelompok radikal dan intoleran. Sebab terorisme itu berawal dari sikap intoleran dan tidak mau menghargai perbedaan. Menurut dia, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) juga sama. HTI punya tujuan mengubah negara NKRI jadi khilafah. “Meski HTI sekarang tak terlibat kekerasan tapi mereka berusaha merekrut anggota polisi, TNI yang pada saatnya mereka manfaatkan untuk melakukan aksi kekerasan,” katanya.

Nasir Abbas mengaku bersyukur ditangkap polisi setelah sekian tahun jadi teroris. Ia memetik hikmah berupa kesadaran bahwa ia selama ini telah menganut paham yang salah dalam beragama. Karena itu ia minta para santri cerdas dalam memahami agama agar tak terjerumus kepada paham radikalisme dan terorisme seperti yang dialami dirinya.

Sumber : Sate Jawa
Foto : Istimewa
Read More »

Kamis, 15 Agustus 2019

Agama Harus Tinggal dalam Wilayah yang Suci

*L. B. Moerdani: Meninggalkan Keyakinan Saya Hanya untuk Mendapat Suatu Jabatan?   NEVER..!*

Para pemuja jabatan dan kekuasaan hingga mengobral agama, benar-benar kena hantaman halilintar dari seorang Leonardus Benjamin Moerdani. Bukan rahasia khusus lagi bila trend menjadi muallaf karena iming-iming pangkat dan jabatan sudah terjadi secara masif, terstruktur dan sistematis di negeri ini.

Bagi Benny Moerdani, hal itu never! Pendirian Benny soal agama, masalah keyakinan memang terbukti tegas. Dia tidak mau menjual keyakinannya dengan banting harga hingga banting stir, apalagi banting hape China. Keyakinan adalah harta yang paling berharga baik dalam hidup maupun matinya.

Hal tersebut tertuang dalam memoarnya, Menyibak Tabir Orde Baru: Memoar Politik Indonesia 1965-1998 (2014). Sebagaimana ditulis tirto.id, Jusuf Wanandi bercerita bagaimana Fikri Jufri bertanya pada Benny, “Kenapa Anda tidak mau masuk Islam supaya kami bisa memilih Anda sebagai Presiden Republik ini?”

Dituliskan, “Semua yang hadir terdiam. Benny menatap tajam Fikri dan bilang: ‘Apa kamu pikir saya semurah itu?’ dengan nada marah. ‘Meninggalkan keyakinan saya hanya untuk mendapat suatu jabatan? Never!'”

Semoga banyak artis politisi dan pejabat publik terkena pukulan halilintar yang menggelegar dari seorang Benny Moerdani. Dyarr ora Cak… bangga kok jadi pejabat karena muallaf. Jadi artis terkenal saja gara-gara bermuallaf ria. Tidak kreatif! Sebangga-bangganya jadi pejabat, menjadi artis terkenal karena muallaf, tetap tidak bisa mengalahkan kebanggaan punya Habib Rizieq yang paling lama ibadah umrah setelah menanam pisang di dekat kandang kambing.

Ketegasan Benny Moerdani rupanya sangat dipengaruhi latar belakang keluarganya. Benny terlahir dari pasangan berbeda agama. Menurut Julius Pour dalam Benny Moerdani: Profil Prajurit Negarawan (1995), seperti ditulis tirto.id, ayah Benny yang bernama Moerdani Sosrodirjo adalah seorang pegawai jawatan kereta api kolonial. Dia muslim. Sementara istrinya, guru TK bernama Jeanne Roech—yang berdarah setengah Jerman —beragama Katolik. Kesepuluh anak dari perkawinan mereka semua ikut ajaran Katolik.

Dari keluarga beda agama inilah, dapat diduga kalau Benny menghargai baik ibunya yang Katholik maupun ayahnya yang Muslim. Tidak mengherankan apabila dalam Sebuah tulisan di buku L.B. Moerdani, 1932-2004, menyebut kalau Benny “100 persen Katolik.” menariknya, ke-Katolik-an itu tak diekspresikan secara gamblang dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah tanda kematangan beragama seorang Benny.

Agama sebagai wilayah privat, sebagai urusan kebatinan dan keterhubungan mutlak dengan Sang Pencipta harus tinggal dalam wilayah yang suci. Maka tidak selayaknya urusan yang suci itu diumbar di ranah publik dengan berbagai aksesoris agama. Berbeda sekali dengan orang-orang yang dibuat mabuk oleh syiar agama dimana-mana. Hingga ekspresi keagamaan diumbar tanpa kendali di jagad manusia. Dari ujung rambut hingga ujung kaki melulu dibuat gamis.

Gaya beragama Benny Moerdani memang berkelas. Dia tidak ingin mencemari ruang publik dengan ekspresi beragama yang kelewatan seperti gaya dewa mabok agama. Ruang publik adalah ruang pengabdian untuk kesejahteraan bersama sesuai profesi yang diemban secara profesional.

Itulah Benny. Meski dicap anti-Islam, ia punya banyak kawan dekat beragama Islam. Adnan Ganto, yang tiga dekade malang melintang dan sukses berkarier di bank asing, adalah salah satunya.

Dengan latar belakangnya dunia perbankan, Adnan menjadi penasihat ekonomi Benny yang saat itu menjabat Menteri Pertahanan. Namun, ada harga yang mesti dibayar: kedekatannya dengan Benny membuat Adnan dianggap sudah jadi Katolik oleh pemuka kelompok Islam. Padahal, “kali pertama Adnan naik haji, justru Benny yang memberi fasilitas Ongkos Naik Haji (ONH) Plus.

Sebagaimana ditelusuri tirto.id, Benny sendiri itu punya leluhur beragama Islam. Suatu kali, ketika Try Sutrisno masih menjadi Panglima KODAM Jakarta Raya, ia diajak Benny sowan ke Bima, Nusa Tenggara Barat. Disebutkan dalam buku Keputusan Sulit Adnan Ganto itu bahwa Try Sutrisno diajak Benny untuk berziarah ke makam leluhur-leluhurnya. Sambil menunjuk nisan-nisan itu, ia berkata, “Try, lihat, kamu baca. Ini nenek moyang saya. Orang Islam semua, kan? Pangeran semua.”

Itulah Benny Moerdani. Sosok yang mampu dengan bijak memilah masalah agama. Bahwa beragama itu masalah privat yang terasa nikmat ketika tidak dibawa-bawa ke ruang publik. Penghayatan agama itu begitu suci, maka jangan sampai dibawa-bawa ke jalan-jalan yang penuh debu dan kotoran.

Ah, andai saja orang mau belajar cara agama yang dihidupi Benny Moerdani. Negara ini pasti punya kekebalan alias tidak mempan disulut dengan isu agama. Sayangnya, banyak politisi terkutuk bin busuk yang suka bikin gaduh dengan senjata politisasi agama.

Sumber : Sate Jawa
Foto : Istimewa
Read More »

Sabtu, 03 Agustus 2019

Mabok Surga jadikan Intoleran dan Radikal

Jakarta (WWT) - Setiawan: Pancasila Tergerus Modernisasi,  Intoleransi dan Radikalisme

Mantan aktivis NII yang kini mendirikan NII Crisis Center Ken Setiawan mengaku prihatin dengan kondisi hari ini,  dimana nilai nilai pancasila faktanya semakin terabaikan sebagai alat pemersatu bangsa.

Bahkan yang lebih menyedihkan lagi bahwa kini Pancasila dihujat oleh sebagian anak bangsa yang kini sudah berubah haluan dengan statemen Pancasila merupakan taghut/ berhala yang dianggap bertentangan dengan hukum Tuhan.

Kondisi ini menurut Ken Setiawan diperparah karena minimnya sosialisasi tentang Pancasila dan ancamannya, ibarat mau berkelahi tapi kita tidak dikasih tahu bahwa ada lawan yang siap menjatuhkan kita.

Padahal kalau mau jujur hari ini Pancasila di kepung oleh berbagai ancaman,  tantangan,  hambatan dan gangguan. 

Masalah utama menurut Ken adalah kita hari ini tidak merasa terancam,  kita sibuk dengan dunia kita sendiri tanpa peduli dengan persoalan sosial disekitar kita. 

Bagaimana kita lihat masyarakat kita menikmati dan ternina bobokan dengan modernisme, mulai dari gaya berpakaian,  pola makan,  media dengan tayangan tayangan yang tidak mendidik, berapa tayangan sinetron yang mendidik?  serta kecepatan informasi dengan internet sampai ke pelosok desa disamping berita yang positif tapi yang negatif juga mengikuti termasuk berita hoax yang kemasannya sudah beda tipis dengan berita fakta bila kita tidak kritis.

Banyak masyarakat yang awalnya hanya menjadi korban hoax tapi karena tidak selektif terhadap berita dan akhirnya menjadi pelaku hoax karena turut menyebarkan berita hoax tersebut. 

Ancaman terhadap pancasila yang paling bahaya adalah Intoleransi dan radikalisme,  kenapa dianggap paling bahaya karena adanya kasus radikaslime dan terorisme berawal dari Intoleransi,  dan kelompok ini kaku dalam bermasyarakat, bahwa dirinya merasa paling benar dari kelompok lain, mereka yang sudah termasuk kelompok Intoleransi itu tidak menerima perbedaan, kelompok ini tidak menerima konsep pelangi yang berbeda beda menjadi Indah.

Bagi kelompok Intoleran tidak ada istilah pelangi,  tapi bagi mereka warna itu hanya ada dua macam, kalau tidak hitam dan putih, benar dan salah,  beriman dan kafir dan terakhir surga dan neraka. 

Menurut Ken,  kelompok intoleransi menganggap bahwa surga hanya bagi mereka sementara kelompok yang lain mendapatkan neraka. 

Bila orang sudah terjangkit dengan pahan Intoleransi maka sudah dekat dengan aksi radikal dan terorisme,

Semboyan mereka kelompok radikal itu cukup simpel,  hidup mulia dengan hukum Allah atau mati syahid. Baginya bila tidak bisa melaksanakan hukum Islam di Indonesia adalah pilihan terakhir dengan perang akhir jaman lewat aksi bom bunuh diri yang konon katanya akan mendapatkan bidadari dan surga tanpa hisab bersama keluarga. 

Ken Setiawan menyadari dulu dia sebagai pelaku intoleransi dan radikalisme,  bahkan dulu sebagai orang yang sangat anti terhadap Pancasila.

Namun kini Pancasila baginya bukanlah sebuah berhala lagi,  bahkan sudah Final sama seperti Piagam Madinah di jaman Rasulullah yang di jadikan sebagai kesepakatan bersama antara Islam nasrani dan yahudi untuk hidup berdampingan dalam masyarakat. 

Piagam Madinah pada jaman Rasulullah bukan untuk mengislamkan semua orang, tapi sebagai kesepakatan bersama yang mengatur hubungan antara Islam dengan nasrani dan yahudi pada saat itu. 

Menurut Ken Setiawan,  saatnya kita bangkit dengan menyadari ancaman dan potensi konflik yang ada di sekitar kita. Gunakan media sosial dengan bijak, teliti/ tabayyun terhadap berita yang datang dan jangan langsung share agar kita tidak menjadi korban dan pelaku hoax.

Mari kita kampayekan keberagaman Bhineka Tunggal Ika sebagai alat pemersatu bangsa,  bahwa musuh utama kita saat ini adalah intolerasi dan radikalisme harus kita lawan karena mereka juga memposisikan kita sebagai lawan.  

Mereka masif menyebarkan paham intoleraansi dan radikalisme di masyarakat,  bila kita diam maka ibarat lari kita akan kalah jauh. Ciri dari mereka itu selalu kampanyekan berdirinya negara Islam atau Khilafah Islam. 

Ingat,  menolak negara Islam/ Khilafah Islam itu bukan menolak Islam, perlu digaris bawahi bahwa Islam tidak radikal dan radikal bukan Islam, tidak ada agama yang mengajarkan kebencian dan tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan apalagi bom bunuh diri. Islam itu rahmatan lil alamin. Bahkan nabi Muhammad turun kemuka bumi untuk menyempurnakan ahlak manusia, belajar agama itu tolak ukurnya adalah ahlak, otomatis menjadi baik ahlaknya,  jadi kalau ada orang mengaku beragama namun menjadi pemarah dan mengajarkan kebencian maka harus berani kita tolak dengan tegas karena bisa mengakibatkan perpecahan. 

Saatnya kita waspada, bila tidak waspada maka bisa jadi keluarga dan lingkungan kita akan menjadi korban bahkan bisa menjadi pelaku intoleransi dan radikalisme. 

Laporkan ke aparat terdekat bila teridentifikasi adanya permasalahan di sekitar agar di tindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku, jangan sampai kita makin hakim sendiri. 

Bila orang sudah terpapar paham intoleran dan radikal dalam pemikiran maka tinggal selangkah lagi menuju aksi terorisme,  tutup Ken.

Hotline NII Crisis Center
Pengaduan WhatsApp 08985151228

Sumber : Sate Jawa
Foto : Istimewa


Read More »

Senin, 29 Juli 2019

Perut Kosong vs Kanker

Jakarta (WWT) - Dokter STEPHEN MAK merawat pasien kanker stadium akhir dengan cara unik. Banyak pasiennya sembuh. "Ini merupakan strategi saya untuk menyembuhkan kanker. Tingkat keberhasilannya 80 persen," tegas Mak.

Pasien kanker seharusnya tidak mati. Terapi anti kanker sudah ditemukan yakni makanlah buah-buahan saat perut kosong atau sangat lapar. "Saya mohon maaf kepada ratusan pasien kanker yang telah meninggal akibat pengobatan konvensional," pungkasnya.

TIPS MAKAN BUAH yang TEPAT

Hindarilah makan buah setelah makan nasi dan lauk. Cara ini sangat dilarang atau 'haram,' jikalau Anda ingin bebas dari serangan kanker dan penyakit mematikan lainnya.

Jika Anda makan buah saat perut kosong, maka detoksifikasi sistem tubuh Anda meningkat berkali-kali lipat. Problem kelebihan berat badan dan penyakit mematikan lainnya teratasi.

DAHSYATnya BUAH-BUAHAN

Jika Anda makan nasi, lalu menyusul buah, maka buah dicegah oleh nasi sebelum menuju usus. Nasi dan buah membusuk, berfermentasi, dan berubah menjadi asam. Tubuh yang sangat asam penyebab kanker dan penyakit mematikan lainnya.

Saat buah bersentuhan dengan nasi di usus, maka seluruh massa nasi perlahan rusak. Jadi, silakan makan buah saat perut kosong atau sebelum makan nasi dan lauk.

EFEK SALAH MAKAN BUAH

Mungkin Anda pernah mendengar keluhan yakni setiap kali makan semangka, ada orang menderita sendawa, ketika makan durian perutnya kembung, ketika makan pisang rasanya segera ke toilet, dan lainnya. Kondisi ini tidak bakal terjadi, jikalau Anda makan buah apa saja saat perut kosong. Karena buah-buahnya bercampur dengan pembusukan makanan lain, sehingga menghasilkan gas dalam usus.

Rambut uban, rambut rontok, botak, gugup, dan lingkaran hitam di bawah mata tidak akan terjadi, jikalau Anda makan buah saat perut kosong.

"Jeruk dan lemon bersifat asam, tetapi menjadi alkalin (basa) di dalam tubuh, jikalau dimakan saat perut kosong," ulas dokter HERBERT SHELTON yang melakukan riset khusus tentang asam basa tubuh.

BUAH UMUR PANJANG dan SEHAT

Jika Anda menguasai cara makan buah yang benar, maka Anda memiliki rahasia keindahan tubuh, umur panjang, kesehatan, vitalitas, kebahagiaan, dan berat badan ideal.

BAHAYA BUAH yang DIPANASKAN atau DIMASAK

Saat Anda minum jus buah, minumlah jus buah segar, bukan dari kemasan kaleng, bungkusan, atau botol.

Jangan minum jus yang dipanaskan. Jangan makan buah yang dimasak, karena semua nutrisi sudah hilang. Anda hanya mendapatkan rasanya saja. Memasak buah-buahan akan menghancurkan semua vitamin yang ada dalam buah. Makan buah utuh lebih baik dari pada minum jus.

Jika pun Anda minum jus buah segar, minumlah dengan perlahan, karena Anda harus membiarkannya bercampur dengan air liur (ensim di mulut) sebelum menelannya.

TERAPI BUAH TIGA HARI BERTURUT-TURUT tanpa NASI dan LAUK

Silahkan Anda coba mengkonsumsi buah selama 3 hari berturut-turut untuk membersihkan semua racun (detoksifikasi) di tubuhnya---hanya makan buah dan minum jus buah segar selama 3 hari berturut-turut tanpa makan nasi dan lauk. Teman-teman Anda akan melihat Anda lebih segar, cantik, dan enerjik.

BAHAYA MINUM AIR DINGIN setelah MAKAN: PEMICU KANKER

Jika Anda sering minum air dingin (air es) setelah makan, maka tamatlah hidup Anda. Karena semua jenis kanker siap menghancurkan tubuh Anda.

Minum air es setelah makan sangatlah nikmat, tetapi sangatlah membawa sengsara. Air es mengentalkan semua makanan berminyak yang baru saja Anda makan. Akibatnya proses pencernaan menjadi sangat lambat. Usus akan sangat cepat rusak, karena memaksa kerjanya.

Lebih dari itu, makanan berlemak dan telah membeku akan melapisi dinding usus Anda, sehingga perlahan memicu kanker usus.

Tentu saja Anda akan semakin gemuk dan sekaligus perlahan menginap kanker ganas. Karena itu, minumlah sup hangat atau air hangat setelah makan.

Semakin Anda tahu, semakin besar peluang Anda untuk bertahan hidup, sehat, dan umur panjang tanpa biaya mahal.

*VIRALKAN* informasi di atas terutama kepada KELUARGA dan rekan-rekan Anda.

*"SAVE Health, SAVE Future."*Salam Sehat

Sumber : Sate Jawa
Foto : Istimewa
Read More »