Home » » Ular yang Kini Marak, dan Bagaimana Penanganannya?

Ular yang Kini Marak, dan Bagaimana Penanganannya?

Jakarta (WWT) - Maraknya ular kobra yang mendatangi perumahan akhir-akhir ini, dari wag yang kami ikuti, kami mendapatkan dua artikel menarik yang dapat kami sampaikan.

Artikel pertama mebahas mengenai cara P3K dalam menghadapi gigitan ular, sementara artikel ke dua membahas fenomena banyak bermunculan ular kobra di berbagai daerah akhir-akhir ini.

Artikel Pertama

Mengatasi gigitan ular berbisa berdasarkan  Pengalaman pribadi Mas Daiman

Berhubung di Jakarta sedang buming Ular cobra , maka saya akan berbagi penangkalan apabila tergigit Ular atau binatang apa saja yg mempunyai bisa . Caranya : apabila tergigit ular berbisa anda secepatnya lari kerumah yg terdekat , minta bawang merah , gak usah di kupas langsung dikunyah sampai lembut , terus tempelkan pada bagian yg tergigit . Insya Allah sembuh seketika . Ini penangkal oleh2 dari orang Dayak Kaltim . Yg pernah saya buktikan dgn Joko Pa Kusen . dia terkena bisanya cobra sampai sudah bengkak , begitu aku tanya , katanya terkena ular kobra . Ambil bawang Ko terus dikunyah lembut dan balurkan ke bagian yg luka . Alhasil 5 menit kemudian langsung kempes . Semoga bisa membantu tuk semua orang . Trimakasih .

Artikel Kedua

Ular sedang Mudik ??

Fenomena temuan ular di kawasan hunian bukan hal yang diluar kebiasaan. Kejadian ini sangat alamiah natural dan logis (bukan mistis) dan bukan aksi terorisme gaees...

Mudik ? Iya, lha wong sebelum jd cluster dan perumahan berdri apik gitu kan tadinya rawa, tanah hutan dan kebun terbuka yg jd habitat ular beserta mangsanya. Ekosistem mash seimbang dgn ketersediaan mangsa dan predatornya..

Kenapa sekarang banyak ular masuk hunian manusia ? 

Ini beberapa alasannya :
1. Ular memang satwa liar yg habitatnya paling dekat dengan manusia. Ada ular berarti ekosistem di sekitar hunian masih bagus dan normal. Justru jika tidak ada ular, bersiaplah ledakan populasi hama dimana mana

2. Induk Ular bertelur tidak membuat sarang, tetapi memanfaatkan lubang2 sembunyi dan celah2 terlindungi yg tak pernah di jamah predator/ manusia . Secara insting, induk ular akan meletakkan telur di kawasan yang tersedia berlimpah makanan ular sehingga saat telur menetas, si anak dengn mudah mendapatkan makanannya.

3. Habitat ular di huni oleh manusia. Dengan sengaja kita tutup rawa, kita timbun sawah, kita buldoser hutan dan kita perkecil aliran irigasi sungai2 di sawah untuk dibangun cluster perumahan dan jalanan . Tak hanya ular, mangsanya pun semakin terdesak. Pada akhirnya berkumpulah mangsa2 ular ini di area pemukiman. Kadal tikus kodok katak cicak burung sekarang hanya ada di sekitar pemukiman. Sehingga ular pun mendekat kesana.

4. Ular bukan tipe satwa yang berkelompok seperti kijang, tapi tipe soliter atau hidup sendiri. Ular tidak menyusui sehingga tidak hidup bersama induknya. Setelah lahir/ menetas, si ular sudah mandiri.. cari makan dan cari tmpat sembunyi sendiri. Sehingga saat ditemukan anak ular  di perumahan, akan tidak mungkin mencari induknya disana. Si induk udah pergi 3  bulan lalu saat usai bertelur, dia tinggal kan telurnya di lubang tertentu dan tidak di erami.

5. Ular jenis / spesies apapun (ada 346 spesies di Indonesia) adalah satwa yang paling pintar sembunyi. Insting dia hanya cari makan dan cari tmpat sembunyi, Kebetulan jika di sudut kompleks ada area yang jarang dijamah dan dibersihkan, dia akan betah berkeliling disana berburu mangsa. Tapi ular *tidak membuat sarang* seperti burung, setelah keluar lubang, dia tidak balik lagi ke lubanh yang sama, atau jika terjadi maka itu hanya kebetulan.

6. Ular tidak bisa memilih nama tempat. Dimana pun dia nyaman dan ada mangsanya, dia akan betah. Terlepas itu di tepi sungai, hutan, kebun, halaman rumah, bahkan di area area industri banyak di temukan ular beraktifitas.. 

Jadi ular ular yg sedang viral di beberapa perumahan ini, sedang mudik ke area nenek moyangnya mencari mangsa di sana. Dan semakin ke depan, konflik ular dengan manusia ini tidak semakin reda tapi justru akan semakin tinggi frekuensinya. 

Berikut kami berikan Tips mengurangi populasi ular di cluster/hunian/ perumahan. Mengurangi populasi dgn  teknik *catch and relocationi, Bukan dengan dibunuh. 

1. Gotong royong Bersihkan area yg tidak tertata dan jarang dijamah, tumpukan material dan kebun tak terawatnmenjadi tempat nyman bagi ular untuk sembunyi.
2. Rumah kosong di semprot dengan fogging nyamuk secara berkala agar satwa di dalam tidak betah dan berpindah 
3. Pasang jaring besi di saluran irigasi akses keluar masuk
4. Pohon2 di atas pagar di bersihkan dr akses luar
5. Lubang di pagar kompleks di tutup
6. Psang pest trap untuk jebakan tikus, tikus adalah mangsa utama ular sehingga jika tikus berkurang, ular akan bergeser. Putus rantai makanan ular di kawasan hunian. 
7. Bagi yang memelihara burung, selalu cek akses dgn lingkungan karena burung jg makanan ular
8. Tidak perlu menebar garam, karena ular tidak takut garam
9. Tidak perlu menggunakan tali ijuk karena ular tidak sakit jika lewat ijuk, tetap lolos
10. Jika menemukan ular, hati hati dalam menangani (snake handling) sebaiknya dilakukan oleh orang yg terlatih
11. Disarankan cukup foto/ amati gerakan ularnya kemana. Lalu kirim ke group snake handler atau Snake Rescue atau Pemadam Kebakaran agar dibantu evakuasi dgn mengirim tim. 
12. Pahami katakter dan tingkah laku ular dan juga pahami manfaat serta bahayanya agar kita nyaman bertetangga dengan Ular.

Snake Everywhere, Don't worry just be prepared !!

Yayasan Sioux Ular Indonesia
IG @ ular_indonesia 
Sioux Snake Rescue 
Wa.me/628176800446

Sumber : Sate Jawa
Foto : Istimewa

Terimakasih sudah membaca & membagikan link Warta WA Terkini - Latest WhatsApp News

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »

Warta WA Terkini

Populer