Senin, 19 Februari 2018

Anies Ditolak Paspampres di Final Piala Presiden

Anies Kartu Merah!
Jakarta, (WWT) - Bagaimana menurut Anda , seorang *Pejabat (Gubernur) diUndang meLanggar Aturan pengUndang?

Anies membangkang diberi kaos Liala Presiden seperti yg dipakai Presiden gak digunakan, malah menggunakan kaos Persija!

Nampak Jelas sekaligus Kotor
Anies berMain Politik meManfaatkan Momen Piala Presiden!


Anies cari Momentum utk mendapatkan Simpati orang yg Lugu dan Awam berPolitik!

Siasat Kuno  memPosisikan Dirinya seOlah di Zholimi dan menjadi Korban -seolah diperMalukan!

Itu Trik Jahat Mereka2 utk mendapat Simpati Rakyat! - dan yg me Rekayasa *Trik Kotor macam ini sejak Jaman keMenangan SBY & keKalahan AHOK , ya si Eep Saepuloh.

Jadi ceritanya Anies itu undangan VVIP, ga pake ID. Dia punya undangan VVIP khusus yang artinya hanya bisa di royal box nonton. Kalau ga pakai ID ga akan bisa masuk ke mana pun.

Sebetulnya dia bisa dengan mudah dapat ID kalau minta, tapi kayaknya orangnya ga ada yg urus. Merasa VVIP bisa apa saja.

Padahal at least daftarin khusus ke paspampres untuk masuk ke FOP. Fields Of Play, pasti dapat.
*So, Paspampres memang tidak pandang bulu: No ID, No Pass! Tapi emang Tugas Mereka kan?

Pak gabenur datang terLambat pas mau bubar. Padahal Etikanya jika pak Presiden  sdh Hadir dr awal paling tidak gabenur duluan Hadir.

“Udah Untung Anies diUndang VIP. Gub DKI itu Undangan*. Tuan Rumah adlah SC Piala Presiden, GBK adalah area Setneg (bukan Pemprov), *Persija adalah milik Swasta, milik pengUsaha Asal Bali (bukan Milik Pemprov). Tak ada yg diWakili Anies selain Undangan VIP.”

Dari temen media: Persija ini milik perusahaan bukan milik Pemprov DKI, yang kelola selama ini PT Persija Jakarta dari pemain sampai manajemen. *Bosnya Pak Gede Widiade itu, yg pengUsaha asal Suroboyo keTurunan Bali* Bedanya dengan dahulu era Perserikatan sepakbola, itu Persija punyanya Pemprov.

Jadi Anis dan Sandi hanya Hadir sebagai Undangan di Acara tersebut dan Nampak Jelas Mau Ambil Panggung , sayang Gagal Malah jadi Panggung terSendiri bagi Netizen.

Dilansir dari siaran pers Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, tindakan tersebut merupakan prosedur pengamanan karena Paspampres berpegang pada daftar nama pendamping Presiden yang disiapkan panitia. Paspampres hanya mempersilakan nama-nama yang disebutkan oleh pembawa acara untuk turut mendampingi Presiden Joko Widodo.

Tidak ada arahan apapun dari Presiden untuk mencegah Anies. Mengingat acara ini bukan acara kenegaraan, panitia tidak mengikuti ketentuan protokoler kenegaraan mengenai tata cara pendampingan Presiden oleh Kepala Daerah.

Baca juga: 

Sumber : Sate Jawa
Foto : Courtesy Youtube